Belajar Manulife Bagian ke-2 : Reksa Dana Pendapatan Tetap – Pada beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti kopdar yang diadakan untuk yang kedua kalinya oleh Manulife. Kopdar Manulife yang kedua ini diselenggarakan di Verve Bistro yang terletak di DP Mall Semarang. Nah kali ini topik pembahasannya mengenai seputar Reksa Dana Pendapatan Tetap. Sebelum memulai pembahasan lebih lanjut, mari kita kembali berpikir sejenak, apa sih yang menjadi acuan kita menginvestasikan waktu, tenaga, dan pikiran kita ? dan untuk apa kita menginvestasikan itu semua?

Saat kopdar kedua inilah semua dibahas dan dipelajari dalam satu rangkaian acara tersebut, di sesi kali ini juga kami juga diajarkan bagaimana caranya menghitung untuk kebutuhan dalam jangka panjang menggunakan reksadana pendapatan tetap. Nah bagaimana pembahasannya? mari kita simak pembahasan di bawah ini.

Apa itu Reksadana Pendapatan Tetap?  Reksadana Pendapatan Tetap adalah Reksa dana pendapatan tetap dananya dialokasikan ke obligasi minimal 80%. Return-nya lebih tinggi dari pada reksa dana pasar uang yang fluktuasinya cukup terkendali, dengan potensi imbal hasil cukup menarik. Di website manulife sendiri, sudah tersedia kalkulator perhitungan reksadana tetap, bahkan kita bisa mensimulasikan investasi tersebut. Sebagai contohnya, bisa dilihat di bawah ini,

Gambar di atas merupakan gambar kalkulator atau simulasi saya ambil di website Manulife. Sebagai simulasinya, saya ingin membeli sebuah barang impian dengan harga sekitar 8 juta, barang tersebut saya akan capai/beli sekitar 2 tahun lagi dengan asumsi saat ini saya tidak mempunyai dana modal (Investasi Awal) . Tepat seperti perhitungan di atas berapakah dana yang harus saya alokasikan setiap bulannya untuk membeli barang impian saya tersebut? Sesuai perhitungan di atas, uang yang harus saya sisihkan setiap bulannya sebesar Rp. 316.319 . Nah bagaimana bisa tahu suku bunga yang dihasilkan 5% ? Untuk perhitungan suku bunga tersebut, reksadana pendapatan tetap telah memberikan kisaran hasil yang didapat yaitu 5%.

Reksadana pendapatan tetap ini salah satunya diambil dari obligasi korporasi (corporate bonds) yang tidak semua investor ritel memiliki akses di dalamnya. Dikombinasikan dengan obligasi pemerintah yang menawarkan fluktuasi lebih terjaga.

Ada perbedaan antara Obligasi Negara Ritel (ORI) atau Savings Bond Ritel (SBR) karena kedua instrumen itu termasuk obligasi negara yang dikeluarkan pemerintah untuk investor ritel. Untuk jenis reksadana ini, potensi imbal hasil masih di atas deposito, mudah beli atau dicairkan kapan pun. dana yang diinvestasikan pun bisa dimulai dengan 10ribu rupiah.

Dengan demikian kita bisa tahu apa saja uang yang harus kita alokasikan untuk masa depan, agar kita bisa berjaga jaga untuk kebutuhan di masa depan. Rencanakan dengan matang.